24/12/13

Tokyo Ravens

Kau tiba-tiba menggerutu
Mengatakan kali ini akan berakhir
Kau memang sangat baik
Sampai kugigit lidahku

Kalau kutinggalkan semuanya
Layaknya ikatan takdir yang kugenggam
Akankah ku terbebas
Terbang sekehendakku?

Katakan
Kita membuat janji
Untuk sampai ke tempat yang tinggi

Aku terus bermain
Dan menikmati kehidupanku
Namun aku akan lebih kuat demi dirimu

Aku sadar apa yang aku rasakan sekarang
Aku harap aku takkan kehilangan itu
Tapi jangan lihat diriku kali ini

Biarlah matahari mengeringkan air mata dari mukaku dulu

13/12/13

Puisi

di sudut mata jelas terlihat, 
di sudut hati jelas terasa,
dalam pikiran, logika mulai bekerja menyusun kebenaran
sementara itu di hati, ribuan perasaan mencoba membenarkan semuanya
perang pun panjang pun dimulai 
tanpa ada yang mau mengalah 
tanpa ada yang mau mencoba mengerti
segala macam telah dicoba untuk mendamaikan
perang terus terjadi, 
tumpah ruah darah pasukan hati
sementara itu kelelahan hantui pasukan otak
mereka tetap tak mau jalan damai untuk selesaikan ini, 
tak peduli berapa korban yang harus melayang
mereka seperti binatang 
mereka lebih buruk dari rudal
tak terkendali, dan lebih menghancurkan 
dari darah yang dapat mengalir dari seluruh tubuh
haruskah perang untuk sekedar kemauan?